Event, Konser

MENGINTIP SERUNYA DISCOVER FESTIVAL 2019

Tentangmalang.com – Sebuah event tahunan yang cukup besar untuk skala kota Malang kembali digelar. Mengintip kesuksesannya tahun di 2018 lalu discoverfest.id yang menggandeng Soundsations akhirnya menggelar kembali Discover Festival 2019 yang digelar di lapangan parkir Jatim Park 3. Mau tau keseruannya yuk mari kita intip.

Sumber: instagram.com/discoverfestival

Festival yang digelar pada hari sabtu (2/3) dan minggu (3/3) menjadi pilihan yang menarik bagi para kawula muda kota malang dan sekitarnya untuk menghabiskan libur akhir pekan mereka. Karena tidak hanya konser musik, bergabungnya beberapa tennant yang didominasi oleh ukm kota malang yang menjual es kopi kekinian, Discover Festival 2019 juga menyajikan pameran dan pentas seni dari Monohero Art Installation dan Malang Art Community.

Hari Pertama Discover Festival 2019

Hari pertama Discover Festival 2019 berjalan cukup santai dan fun. Hari pertama festival diisi oleh beberapa musisi beraliran pop dan folk yang berasal dari kota malang dan luar kota malang. Festival dimeriahkan oleh empat musisi asal kota  malang yaitu Move On Project, JR. Smith, Wake Up Iris, dan Sal Priadi.

Sumber: instagram.com/discoverfestival

Dilanjut oleh musisi folk asal kota Semarang yang cukup beken dikalangan pecinta senja yaitu Figura Renata tak kalah serunya ikut memeriahkan hari pertama dari Discover Festival 2019.

Sumber: instagram.com/discoverfestival

Tak mau kalah oleh penampil-penampil sebelumnya hari pertama festival ini ditutup oleh musisi asal yogyakarta yang juga finalis Indonesian Idol musim kelima yaitu Kunto Aji, musisi yang mulai naik daun dengan single “suda terlalu lama sendiri” ini mampu menghibur ratusan warga kota malang yang hadir pada festival tersebut dengan seru dan enerjik.

Sumber: instagram.com/discoverfestival

Hari Kedua Discover Festival 2019

Tak kalah serunya dengan hari pertama Discover Festival 2019, para pengisi acara pada hari kedua festival ini juga mampu menyedot ratusan muda mudi kota malang tapi berbeda dengan ambience hari pertama festival yang dipenuhi pemuda dengan style edgy dan kece, di hari kedua festival ini ambience-nya dipenuhi dengan dress code kaos serba hitam. Karena Discover Festival 2019 hari kedua ini para penonton disuguhkan beberapa musisi cadas, meskipun begitu hari pertama juga diselingi oleh beberapa musisi non-cadas.

Dua penampil awal di hari kedua ini dimeriahkan oleh Marigold dan Lafmusic, dengan lantunan lagu-lagu mereka yang jazzy dan groovy mampu membuka festival hari kedua dengan cukup meriah.

Dilanjutkan dengan penampil asal ibu kota, Jeje atau panggilan akrab dari Jason Ranti. Penyanyi yang cukup nyentrik dengan lagu-lagunya yang banyak bermakna kritik sosial ini juga mampu menghipnotis para penggermanya dengan petikan gitar dan lagu-lagunya.

Sumber: instagram.com/kursi_kosong

Setelah penonton dihibur oleh Jason Ranti, penampil berikutnya adalah band asal malang yang memulai karirnya dari underground kemudian pensi ke pensi hingga panggung Road to Soundrenaline-pun sudah mereka jajal, yaitu Snickers and the Chiken Fighters a.k.a SATCF. Meskipun sudah hampir jarang terdengar gigs  mereka, band yang beraliran punk melodic ini mampu membayar rasa rindu mereka kepada fans mereka dengan membawakan single hits mereka “salah”.

Sumber: instagram.com/satcf

Malam semakin larut, tapi tidak sampai disitu. Para pengunjung Discover Festival 2019 yang didominasi oleh muda mudi Kota Malang yang ber-dress code serba hitam ini menunggu final performance pada malam itu, yaitu Seringai. Band asal ibu kota yang beraliran heavy metal yang digawangi oleh Arian (vokalis), Ricky (gitaris), Sammy (bassis), dan Khemod (drummer) menjadi penutup dari Discover Festival 2019 hari kedua. Tentu saja ciri khas band Seringai dalam setiap aksi panggungnya selain mampu mengajak fansnya untuk moshing dan melakukan head bang Seringai juga selalu menyelipkan beberapa pesan penting, seperti pada malam itu Seringai menghimbau para fansnya untuk mendukung aksi tolak RUU Permusikan yang dianggap dapat membatasi kreatifitas para pelaku seni khususnya musisi.

Sumber: instagram.com/kiilms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *